Liputankudus.id.Kudus - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kudus memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dengan menggelar tasyakuran yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan gerobak UMKM kepada keluarga warga binaan, Senin 27/04/2026.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemasyarakatan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Kudus, Andi Rahmanto, menjelaskan bahwa peringatan HBP tahun ini mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, yang diimplementasikan melalui berbagai kegiatan sejak awal April.
“Sejak awal bulan kami sudah memulai rangkaian kegiatan, di antaranya perlombaan tradisional yang melibatkan warga binaan dan petugas sebagai bentuk kebersamaan,” ungkapnya saat ditemui.
Tak hanya itu, Rutan Kudus juga menjalankan program Zero Halinar melalui penggeledahan gabungan untuk memastikan lingkungan rutan terbebas dari handphone, pungli, dan narkoba. Kegiatan ini dilakukan bersama aparat dari Polres Kudus dan Kodim Kudus sebagai bentuk sinergi lintas instansi.
“Sinergi ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan, sekaligus memastikan tidak ada barang terlarang,” jelasnya.
Sebagai puncak peringatan, tasyakuran digelar dengan suasana sederhana namun penuh makna. Dalam momen tersebut, Rutan Kudus turut menyalurkan bantuan satu unit gerobak UMKM kepada keluarga warga binaan yang dinilai membutuhkan.
“Bantuan ini merupakan program dari Kementerian yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Harapannya bisa membantu meningkatkan perekonomian keluarga warga binaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan yang diberikan tidak hanya berhenti pada penyerahan semata, namun juga akan disertai pemantauan dan pembinaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami akan terus memantau karena warga binaannya masih menjalani masa pidana di sini. Jadi, pendampingan tetap dilakukan,” imbuhnya.
Menurut Andi, penerima bantuan sebelumnya berprofesi sebagai pedagang kaki lima, namun sarana yang dimiliki kurang layak sehingga perlu diperbarui agar lebih mendukung aktivitas usaha.
Lebih jauh, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan HBP tahun ini mampu memberikan dampak positif, terutama bagi warga binaan agar memiliki bekal setelah kembali ke masyarakat.
“Kami ingin mereka memiliki keterampilan dan kesiapan mental sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sama dan angka residivis bisa ditekan,” tegasnya.
Sementara itu, jumlah penghuni Rutan Kelas IIB Kudus saat ini mencapai 199 orang. Rinciannya, 128 merupakan narapidana yang terdiri dari 123 laki-laki dan 5 perempuan.
Sedangkan 38 lainnya merupakan tahanan, dengan komposisi 34 laki-laki dan 4 perempuan, serta sisanya merupakan tahanan titipan dari Polres Kudus.


