• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Tari Bukan Pemanis Seremonial

    LIPUTAN KUDUS 2
    4/26/26, 20:41 WIB Last Updated 2026-04-26T13:41:33Z



    Liputankudus.id.Kudus — Dian Puspita Sari tidak langsung menjawab ketika ada yang bertanya soal kondisi seni tari di Kudus. Menarik napas dulu, Lalu, dengan nada yang terukur namun tegas, ia berkata:"Saya capek melihat penari diperlakukan seperti bunga meja. Ditaruh di depan, dipakai untuk foto, lalu dilupakan."Perempuan yang sudah berkecimpung di dunia seni pertunjukan Kudus selama lebih dari satu dekade ini baru saja menyaksikan pertunjukan Serah #4: Narasi dan Tubuh yang digelar Dewan Kesenian Kudus. (25/04/2026)


    Baginya, malam itu bukan sekadar tontonan, melainkan pengingat pahit sekaligus menyenangkan tentang apa yang selama ini hilang dari ekosistem seni kota ini."Yang bikin saya terharu justru bukan pertunjukannya saja. Tapi ada sesi diskusi setelahnya. Penonton diajak berpikir. Itu hal yang sangat langka di sini," ujarnya.



    Sanggar Panji Wilis, kelompok tari yang baru berdiri sejak 2022, tampil membawakan lima karya dalam satu malam. Dari Tari Jantra Ning Laku yang merenungkan hidup sebagai perjalanan tanpa akhir, hingga Tari Topeng Suminten yang mengurai kegelisahan batin lewat medium topeng. Dian melihat kesungguhan dalam setiap karya yang disajikan."Mereka masih muda, tapi serius. Dan mereka berhak atas panggung yang juga serius," katanya.Namun kegembiraan itu tak bisa menutup pertanyaan yang lebih besar. 


    Dian menunjuk pada ironi yang telah lama mengakar: kelompok seni muda seperti Panji Wilis harus menunggu inisiatif komunitas seperti Serah untuk mendapatkan ruang yang bermartabat, bukan dari kebijakan pemerintah daerah."Kalau kita bergantung terus pada inisiatif komunitas, lama-lama komunitas itu juga akan kelelahan," ucapnya. 


    DKK berharap pemerintah daerah mulai mengubah cara pandang. Seni tari, menurutnya, bukan pelengkap seremonial. Ia adalah cara sebuah komunitas berpikir dengan tubuhnya."Kota yang tidak memberi ruang untuk itu sedang kehilangan sebagian dari cara berpikirnya sendiri. Dan itu serius."

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler