Liputankudus.id. Kudus -- RS Mardi Rahayu Kudus resmi menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area gedung parkir barunya. Fasilitas ini tak hanya diperuntukkan bagi operasional internal, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum pengguna kendaraan listrik.
Peresmian SPKLU tersebut menjadi langkah konkret rumah sakit dalam mendukung transisi energi bersih, terutama di tengah tren kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu dinamika global.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, mengatakan bahwa kondisi geopolitik dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah, turut memicu lonjakan harga energi yang berdampak luas, termasuk sektor pelayanan kesehatan.
“Kenaikan harga BBM yang terus terjadi memberikan tekanan terhadap berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan. Karena itu, kami memandang penting untuk mulai beralih ke sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.
SPKLU yang kini beroperasi tersebut disebut sebagai yang pertama hadir di lingkungan rumah sakit di wilayah Kudus dan sekitarnya. Kehadirannya diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur kendaraan listrik sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan.
Tak sekadar fasilitas pendukung, pembangunan SPKLU ini juga menjadi bagian dari pengembangan konsep energi hijau (green energy) yang tengah diusung RS Mardi Rahayu. Rumah sakit ingin mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam layanan medis, tetapi juga dalam menjawab tantangan lingkungan.
“Kami ingin rumah sakit tidak hanya menjadi tempat penyembuhan, tetapi juga bagian dari solusi atas persoalan global, termasuk perubahan iklim dan ketahanan energi,” tambah Pujianto.
Langkah ini diharapkan menjadi pemicu bagi institusi lain di Kudus untuk ikut berkontribusi membangun ekosistem energi bersih. RS Mardi Rahayu pun menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan berkelanjutan menuju Kudus yang lebih sehat dan ramah lingkungan.




