![]() |
| Kegiatan penggalangan dana bencana alam bukan semata-mata untuk mengumpulkan bantuan, melainkan menjadi bagian dari pendidikan karakter siswa. (Foto: Istimewa) |
KUDUS, liputankudus.id – Sebanyak 76 siswa SD 2 Adiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, turut menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui aksi penggalangan dana secara sukarela, para siswa berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp376.000.
Donasi tersebut dikoordinasikan Ani Marini, S.Pd., dengan dukungan Plt. Kepala SD 2 Adiwarno Eko Mardiana, S.Pd.SD. Dana yang terkumpul selanjutnya disalurkan melalui PGRI Kabupaten Kudus untuk membantu masyarakat di berbagai wilayah terdampak bencana di NTT.
Eko Mardiana mengatakan, kegiatan tersebut bukan semata-mata untuk mengumpulkan bantuan, melainkan menjadi bagian dari pendidikan karakter siswa. Melalui aksi kemanusiaan itu, siswa diajak belajar tentang empati, kepedulian, gotong royong, keikhlasan, dan tanggung jawab sosial.
“Ketika ada saudara kita yang mengalami musibah, kita tidak cukup hanya merasa prihatin. Kita juga perlu menunjukkan kepedulian melalui tindakan nyata sesuai kemampuan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih bermakna jika tidak hanya diberikan melalui materi di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung. Meski nilai donasi yang terkumpul relatif kecil, setiap rupiah yang diberikan siswa dengan ikhlas dinilai memiliki makna besar sebagai pembelajaran untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.
Ani Marini menambahkan, seluruh siswa diberikan kesempatan berpartisipasi tanpa adanya penekanan pada nominal sumbangan. “Kami tidak menekankan jumlahnya, tetapi ketulusan dan kepedulian mereka. Anak-anak belajar bahwa membantu orang lain tidak harus menunggu kaya atau memiliki banyak,” katanya.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Hingga 21 Agustus, BNPB mencatat 83 orang meninggal dunia, 986 orang luka-luka, lebih dari 110.785 orang mengungsi, serta 45.006 rumah mengalami kerusakan. Sektor pendidikan juga terdampak, meliputi 1.378 sekolah, 177.678 siswa, 21.166 guru, dan 5.521 ruang kelas.
Di tengah upaya penanganan bencana tersebut, donasi siswa SD 2 Adiwarno menjadi bagian kecil dari solidaritas masyarakat untuk membantu warga terdampak. Sekolah berharap pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi karakter kepedulian siswa dalam kehidupan bermasyarakat.



