• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Krisis Air Bersih Meluas Jurnalis TV Patungan Salurkan 15.000 Liter Air ke Warga Demak

    Noer
    9/02/26, 14:44 WIB Last Updated 2026-09-02T07:44:42Z

     

     Kegiatan tersebut digelar setelah para jurnalis melihat dampak kekeringan yang semakin dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Demak. (Foto: Noer*)


    DEMAK, liputankudus.id -- Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mendorong berbagai pihak turun tangan membantu warga terdampak. Salah satunya dilakukan jurnalis televisi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya.

     

    Para jurnalis tersebut menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membeli dan menyalurkan air bersih melalui kegiatan bertajuk “Jurnalis TV Patungan Sedekah Air Bersih”. Bantuan disalurkan kepada warga Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak, Rabu (2/9/2026).

     

    Sebanyak tiga truk tangki air bersih didistribusikan dalam kegiatan tersebut. Masing-masing truk membawa 5.000 liter air, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 15.000 liter.

     

    Koordinator kegiatan, Ismail, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian jurnalis yang sehari-hari melakukan peliputan di wilayah Demak.

     

    “Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian teman-teman jurnalis TV yang bertugas di Kabupaten Demak. Kami berharap bantuan ini mampu meringankan beban warga yang terdampak kekeringan,” ujar Ismail.

     

    Ketua IJTI Korda Muria Raya, Iwhan Miftakhudin, mengatakan kegiatan tersebut digelar setelah para jurnalis melihat dampak kekeringan yang semakin dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Demak.

     

    “Bakti sosial ini adalah wujud empati jurnalis terhadap kondisi masyarakat saat ini yang terdampak fenomena El Nino,” tutur Iwhan.

     


    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, kekeringan telah berlangsung sekitar dua bulan dan menyebabkan kesulitan air bersih di 21 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Jumlah warga yang terdampak mencapai 33.537 jiwa.

     

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak, Suprapto, mengatakan sumber air warga mulai tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

     

    “Saat ini sudah 21 desa yang terdampak kesulitan air bersih. Hal ini terjadi karena fasilitas Pamsimas dan sumur warga sudah tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan harian,” jelas Suprapto.

     

    Kondisi tersebut juga dirasakan warga Desa Ngaluran. Rodiah, salah seorang warga setempat, mengatakan sumur di wilayahnya telah mengering sehingga warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

     

    Menurut dia, dalam sebulan warga dapat mengeluarkan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 untuk membeli air isi ulang, terutama untuk kebutuhan memasak dan minum.

     

    “Senang sekali ada bantuan ini. Sudah tiga bulan di sini sulit air bersih, dan akhir-akhir ini makin parah. Biasanya kami terpaksa beli air galon isi ulang. Adanya bantuan ini tentu sangat meringankan beban kami,” kata Rodiah.

     

    Penyaluran air bersih di Desa Ngaluran juga dilakukan melalui kolaborasi IJTI Korda Muria Raya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kodim 0716/Demak, dan BPBD Kabupaten Demak.

     

    Dalam penyaluran pada hari yang sama, terdapat delapan truk tangki yang mendistribusikan total 40.000 liter air bersih kepada warga.

     

    Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan. Di tengah kondisi tersebut, distribusi air diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi beban pengeluaran untuk mendapatkan air bersih.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler