• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Ultah Bahlil ke-50, Ada Pesan Khusus untuk Santri Demak

    Any Firgiyanti
    8/08/26, 11:13 WIB Last Updated 2026-08-08T04:13:27Z



    ‎DEMAK. liputankudus.id – Perayaan ulang tahun ke-50 Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Kabupaten Demak dikemas berbeda. Alih-alih menggelar pesta, jajaran DPD Partai Golkar Demak memilih mengisi momentum tersebut dengan pengajian dan bakti sosial bersama santri di Pondok Pesantren Al Majlisus Sholihin, Desa Kalikondang, Kecamatan Demak, Jumat (7/8/2026).

    ‎Kegiatan yang berlangsung sejak sore itu diikuti pengurus Partai Golkar Demak, pengasuh pondok pesantren, para ustaz dan ustazah, serta santri. Sejumlah bantuan juga diberikan sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan dalam momentum ulang tahun Bahlil.

    ‎Ketua DPD Partai Golkar Demak, Siswanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari instruksi Bahlil agar peringatan ulang tahunnya di seluruh Indonesia tidak dilakukan secara berlebihan.

    ‎Menurutnya, momentum tersebut justru diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren.

    ‎"Pak Bahlil berharap keberadaan Partai Golkar dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi adik-adik yang sedang menuntut ilmu di pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia," ujar Siswanto.

    ‎Siswanto yang mengaku pernah menjadi bagian dari keluarga besar pondok tersebut juga memberikan motivasi kepada para santri. Ia meminta mereka tidak minder meskipun belajar di lingkungan pesantren dengan fasilitas sederhana.

    ‎Ia menilai keterbatasan fasilitas bukan penghalang seseorang untuk meraih kesuksesan. Justru semangat belajar, ketekunan, dan keberanian untuk terus berusaha menjadi modal utama dalam mencapai cita-cita.

    ‎"Jangan pernah merasa berkecil hati, minder, atau kurang percaya diri hanya karena menuntut ilmu di pondok yang sederhana. Pondok yang sederhana dan fasilitas terbatas tidak akan menghalangi seseorang menjadi orang hebat dan sukses," katanya.

    ‎Siswanto kemudian mengajak para santri meneladani perjalanan hidup Bahlil Lahadalia. Menurutnya, Bahlil berasal dari keluarga sederhana di Sulawesi Tenggara dan pernah menjalani pendidikan dalam kondisi terbatas. Namun, kegigihan dan sikap pantang menyerah mengantarkannya hingga menjadi menteri sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.

    ‎Sementara itu, Ketua Panitia Acara DPD Partai Golkar Demak, Ike Candra Agustina, mengatakan perayaan ulang tahun Bahlil sengaja diarahkan menjadi kegiatan berbagi bersama anak-anak di pesantren.

    ‎Ike menyebut Bahlil menginstruksikan agar peringatan ulang tahunnya tidak diisi dengan euforia, makan-makan, maupun kegiatan yang berlebihan. Sebaliknya, seluruh jajaran Partai Golkar di daerah diminta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.


    ‎"Kami mewakili Pak Bahlil ingin berbagi sedikit kebahagiaan dengan anak-anak di pondok pesantren. Harapannya, silaturahmi ini juga membawa manfaat untuk pondok dan para santri," ungkapnya.

    ‎Ike juga menyoroti kondisi akses jalan menuju pondok yang dinilai masih membutuhkan perhatian. Ia berharap aspirasi tersebut dapat disampaikan kepada pihak terkait agar akses menuju pesantren semakin baik.

    ‎Ia pun mendoakan para santri agar terus belajar dan memiliki masa depan cerah. Bahkan, Ike berharap suatu saat ada santri dari pondok tersebut yang mampu menduduki posisi penting di pemerintahan.

    ‎Pengurus DPD Partai Golkar Demak, Sodikin, turut mengapresiasi konsep perayaan tersebut. Menurutnya, kegiatan sosial di lingkungan pesantren menjadi bentuk sederhana untuk memperkuat kepedulian sekaligus menjaga kedekatan partai dengan masyarakat.

    ‎"Yang paling penting, momentum ulang tahun ini tidak berhenti pada seremoni. Ada silaturahmi, berbagi, dan motivasi bagi para santri. Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat dan menjadi penyemangat mereka untuk terus belajar," kata Sodikin.

    ‎Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga keberadaan Partai Golkar tidak hanya dirasakan saat momentum politik, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler