KUDUS, liputankudus.id – Partai Solidaritas Indonesia
(PSI) Kabupaten Kudus mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029.
Konsolidasi struktur hingga tingkat desa terus dilakukan, dengan 132 Dewan
Pimpinan Ranting (DPRt) disebut telah terbentuk.
Ketua DPD PSI Kudus Antoni Alvin mengatakan penguatan
struktur organisasi menjadi fokus utama partai saat ini. Selain pembentukan
DPRt, PSI juga terus melakukan penjaringan dan pendataan kader.
“Kalau konsennya sekarang memang ke struktur. Untuk 132
desa, DPRt sudah terbentuk,” ujar Antoni.
Menurutnya, proses penjaringan kader di tingkat daerah
juga telah rampung. Pendataan dilakukan melalui sistem keanggotaan dengan
menggunakan Nomor Induk Kependudukan atau NIK dan nomor telepon.
Kader yang telah terdata selanjutnya tinggal menunggu
proses pencetakan identitas kader dari DPD PSI Kudus.
“Untuk login menggunakan NIK dan nomor HP. Setelah masuk,
otomatis tercatat sebagai kader. Tinggal menunggu pencetakan ID dari DPD
Kudus,” jelasnya.
Konsolidasi organisasi akan dilanjutkan melalui Rapat
Kerja Daerah atau Rakerda yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.
Selain menyusun program kerja, Rakerda juga akan menjadi momentum pengukuhan
pengurus DPC PSI di tingkat kecamatan.
PSI Kudus menargetkan struktur yang telah terbentuk tidak
berhenti pada kelengkapan administrasi, tetapi mampu menjadi mesin organisasi
yang aktif di tengah masyarakat.
Konsolidasi ini sekaligus menjadi persiapan PSI
menghadapi Pemilu 2029. Jika pada Pemilu 2024 PSI belum memperoleh kursi di
DPRD Kabupaten Kudus, kali ini partai tersebut memasang target lebih tinggi.
PSI Kudus menargetkan sedikitnya empat kursi atau satu
fraksi di DPRD Kabupaten Kudus pada Pemilu 2029.
“Target kami pada pemilu depan minimal mendapatkan satu
fraksi atau empat kursi di DPRD Kudus,” tegas Antoni.
Untuk mencapai target tersebut, pengurus PSI Kudus akan
melanjutkan penguatan struktur, penjaringan kader, serta konsolidasi DPC dan
DPRt di seluruh wilayah Kabupaten Kudus.
Dia berharap struktur yang telah terbentuk dapat menjadi
modal awal untuk meningkatkan elektabilitas sekaligus memperkuat posisi PSI
dalam kontestasi politik 2029.


