• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Hari Jadi ke-81 Jateng Kudus Perkuat Prestasi dan Semangat Kolaborasi Pembangunan

    Noer
    8/20/26, 09:42 WIB Last Updated 2026-08-20T02:42:37Z

    Momentum peringatan Hari Jadi Jateng Kudus meraih sejumlah penghargaan sepanjang tahun 2026. (Foto: Dok. Kominfo)  

     


    BOYOLALI, liputankudus.id – Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi napas utama Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Alun-Alun Boyolali, Rabu (19/8/2026). Mengusung tema “Gumregut Nyawiji”, peringatan tersebut meneguhkan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan dalam mendorong pembangunan Jawa Tengah yang semakin maju dan berdaya saing.


    Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut menghadiri upacara tersebut. Momentum peringatan Hari Jadi Jateng sekaligus menjadi ruang bagi Kabupaten Kudus untuk menunjukkan sejumlah capaian pembangunan.


    Salah satunya melalui Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, yang berhasil meraih Peringkat I Desa Mandiri Sampah Kategori Utama tingkat Jawa Tengah Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi penegasan atas komitmen masyarakat dan pemerintah daerah dalam membangun budaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat.


    Kudus juga menerima Apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2026 dan berhasil masuk TOP 10 IDSD Jawa Tengah. Capaian ini menjadi dorongan bagi Pemerintah Kabupaten Kudus untuk terus memperkuat inovasi, tata kelola pemerintahan, perekonomian, infrastruktur, serta berbagai aspek yang menopang daya saing daerah.


    Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan bukan semata-mata ukuran keberhasilan, tetapi juga menjadi pemacu untuk menjaga konsistensi perbaikan dan menghadirkan manfaat pembangunan yang semakin luas bagi masyarakat.


    “Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kudus sekaligus penyemangat untuk terus berbenah. Semangat Gumregut Nyawiji mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sendiri. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen harus bergerak bersama agar setiap program benar-benar memberikan manfaat,” ujar Bupati Sam’ani.


    Ia menilai, keberhasilan Desa Jati Kulon menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan yang tumbuh dari kesadaran dan partisipasi masyarakat mampu menghasilkan capaian nyata. Sementara itu, masuknya Kudus dalam TOP 10 IDSD Jawa Tengah menjadi motivasi untuk terus memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menciptakan iklim pembangunan yang semakin kompetitif.



    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi global, dinamika geopolitik, serta ketidakpastian perdagangan internasional, Jawa Tengah tetap menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat 5,80 persen secara kumulatif, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.


    “Kita punya semangat collaborative government, karena kita tidak bisa sendiri-sendiri. Gubernur bukan superman, melainkan harus membuat super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi.


    Menurutnya, kolaborasi pembangunan harus melibatkan seluruh kekuatan daerah, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, media, hingga masyarakat secara luas. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan pembangunan berjalan inklusif dan memberikan dampak nyata.


    Semangat itu sejalan dengan tema “Gumregut Nyawiji”, yang merefleksikan tekad untuk bergerak bersama, menyatukan langkah, dan menguatkan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.


    Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen akselerasi sertifikasi halal bersama 35 kabupaten/kota dan organisasi perangkat daerah se-Jawa Tengah.


    Pemerintah Kabupaten Kudus turut menyelaraskan langkah tersebut dengan mendorong percepatan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku UMKM. Upaya ini tidak hanya menjadi bagian dari penguatan ekosistem halal di Jawa Tengah, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, nilai tambah, dan daya saing produk lokal.


    Bagi Kudus, momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah menjadi pengingat bahwa prestasi daerah harus berjalan beriringan dengan kolaborasi. Capaian yang telah diraih menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh, sementara semangat Gumregut Nyawiji menjadi energi bersama dalam membangun daerah yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler