• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Guru Kudus Jadi Detektor Mata Siswa

    Any Firgiyanti
    8/13/26, 12:51 WIB Last Updated 2026-08-13T05:52:17Z




    ‎KUDUS. liputankudus.id.  – Puluhan guru sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus dilatih melakukan pemeriksaan sederhana terhadap ketajaman penglihatan siswa. Langkah tersebut menjadi upaya mendeteksi gangguan mata sejak dini yang selama ini berpotensi luput dari perhatian di lingkungan sekolah.

    ‎Pelatihan digelar Rotary Club Kudus, Rotary Club Kudus Srikandi, dan Rotary Club Semarang Kunti bersama Rumah Sakit Mardi Rahayu serta Puskesmas Wergu, Kecamatan Kota. Kegiatan tersebut diikuti 50 guru dari 22 SD yang berada di wilayah binaan Puskesmas Wergu.

    ‎Presiden Rotary Club of Kudus, Paulus Rawuh, mengatakan setiap sekolah mengirimkan dua hingga tiga guru untuk mengikuti pelatihan. Para guru dibekali kemampuan melakukan screening ketajaman penglihatan secara sederhana sehingga dapat dilakukan secara berkala di sekolah.

    ‎“Tujuannya supaya gangguan penglihatan pada anak bisa diketahui sejak dini, sehingga penanganan dan pencegahan kebutaan dapat dilakukan dengan tepat,” kata Paulus.

    ‎Dalam pelatihan tersebut, guru diperkenalkan penggunaan Kartu Snellen untuk mengukur ketajaman penglihatan dengan jarak pemeriksaan enam meter. Setiap sekolah nantinya mendapatkan fasilitas kartu tersebut agar pemeriksaan dapat dilakukan secara rutin.

    ‎Siswa yang menunjukkan indikasi gangguan penglihatan akan menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis mata. Apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, siswa dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan dengan memanfaatkan layanan BPJS maupun skema pembiayaan lainnya.

    ‎"Program tersebut tidak hanya berhenti pada pemeriksaan. Rotary Club juga menyiapkan bantuan kacamata gratis bagi siswa SD dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan," katanya.

    ‎Selain itu, mobil klinik pemeriksaan mata dari Semarang akan didatangkan ke lokasi untuk mendukung pemeriksaan lanjutan bersama RS Mardi Rahayu dan Puskesmas Wergu.

    ‎Paulus mengatakan program serupa juga dilaksanakan di sejumlah daerah lain, termasuk Pati dan Semarang. Pelatihan di Pati telah dilakukan sebelumnya, kemudian dilanjutkan di Kabupaten Kudus.

    ‎Menurutnya, deteksi dini penting karena gangguan penglihatan pada anak sering kali tidak disadari. Anak yang kesulitan melihat tulisan di papan atau buku belum tentu mengalami masalah kemampuan belajar.

    ‎"Gangguan penglihatan dapat membuat mereka sulit menyerap pelajaran dan akhirnya berpengaruh terhadap prestasi akademik," bebernya.

    ‎Gangguan refraksi, seperti rabun jauh atau mata minus, menjadi salah satu kelainan yang kerap ditemukan. Selain faktor bawaan, penggunaan gawai dan perubahan gaya hidup juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan pada anak.

    ‎Sementara itu, Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dr Pujianto, mengatakan pihaknya mendukung penuh program tersebut. Rumah sakit siap menyediakan tenaga ahli dan fasilitas kesehatan untuk mendukung pemeriksaan serta penanganan anak yang membutuhkan.

    ‎“Guru menjadi agen penting dalam mendeteksi kelainan penglihatan maupun masalah kesehatan lainnya pada anak sejak dini,” ujarnya.


    ‎Pujianto menilai persoalan penglihatan tidak boleh dianggap sepele. Pandangan yang tidak jelas saat membaca materi atau melihat papan tulis dapat membuat anak mudah pusing, kehilangan konsentrasi, enggan belajar, hingga mengalami penurunan prestasi.

    ‎Di sisi lain, penggunaan gawai yang semakin masif menjadi tantangan baru. Menurutnya, anak kini menghadapi derasnya arus informasi melalui perangkat digital sehingga edukasi mengenai kesehatan mata perlu berjalan beriringan dengan pemeriksaan.

    ‎"Anak perlu dibiasakan membaca dengan posisi yang benar, menjaga jarak pandang, serta menggunakan gawai secara bijak," jelasnya.

    ‎Program tersebut akan dievaluasi setelah pelaksanaan screening. Jika ditemukan angka gangguan penglihatan yang cukup tinggi, cakupan pemeriksaan diharapkan dapat diperluas hingga lebih banyak sekolah di Kabupaten Kudus.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler