Kudus. liputankudus.id. --- Desa Japan, 21 Agustus 2026 – Tidak berhenti pada pemanfaatan buah sebagai produk pangan, PPK ORMAWA SEC FEB UMK 2026 melalui program SRIDEWI juga mendorong pemanfaatan bagian buah yang berpotensi menjadi limbah. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan Pameluxe menjadi Bioleather, yang mengolah bagian kulit dalam buah pamelo atau kulit paling luar pamelo menjadi material alternatif yang bernilai guna.
Melalui konsep zero waste, bagian pamelo yang sebelumnya berpotensi terbuang dimanfaatkan kembali dan dikembangkan menjadi bioleather untuk dijadikan bahan dompet, tas, dsb. Inovasi ini menunjukkan bahwa potensi tanaman lokal dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai material yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk kreatif.
Dalam pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan pada proses pengolahan Pameluxe hingga menjadi material bioleather. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus membuka wawasan mengenai peluang pemanfaatan limbah organik melalui inovasi yang lebih ramah lingkungan.
Pengembangan bioleather juga menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai tambah dari komoditas lokal. Dengan mengolah bagian yang sebelumnya kurang termanfaatkan, masyarakat dapat melihat bahwa konsep zero waste tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru.
Melalui pelatihan ini, PPK ORMAWA SEC FEB UMK berharap inovasi Pameluxe dapat terus dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen SRIDEWI dalam mendorong Desa Japan menjadi desa yang inovatif, mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Yang biasanya terbuang, kini punya peluang untuk bernilai. 🌱♻️✨
Pameluxe → Bioleather | Zero Waste, Local Innovation, Future Value.


