Liputankudus.id. PATI – SMK Pelayaran Tayu, Kabupaten Pati, terus memperkuat kesiapan peserta didiknya agar mampu bersaing di dunia kerja internasional. Melalui program Penguatan Kewirausahaan yang menjadi bagian dari Bantuan Pemerintah untuk Kebekerjaan ke Luar Negeri, sekolah membekali taruna tidak hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga mental dan karakter untuk bekerja di luar negeri, khususnya Jepang.
Kepala SMK Pelayaran Tayu, Syaiful Huda Ibnu, mengatakan program tersebut merupakan rangkaian pembinaan yang didukung pemerintah bagi siswa yang dipersiapkan mengikuti peluang kerja di Jepang. Selain mendapatkan pelatihan karakter, para peserta juga mengikuti pembelajaran bahasa Jepang hingga proses sertifikasi sebagai bekal sebelum diberangkatkan.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk penempatan kerja ke luar negeri. Anak-anak dipersiapkan mulai dari belajar bahasa Jepang, memperoleh sertifikat, hingga nantinya siap berangkat bekerja ke Jepang," ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Direktorat Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kehadiran tim dari pemerintah pusat menjadi bentuk dukungan terhadap sekolah-sekolah vokasi yang menyiapkan lulusan berdaya saing global.
Sebanyak 15 taruna dari kelas XI dan XII mengikuti kegiatan penguatan kewirausahaan. Menurut Syaiful, materi yang diberikan tidak hanya membahas peluang kerja di luar negeri, tetapi juga membangun pola pikir agar lulusan SMK memiliki keberanian memanfaatkan kesempatan kerja di tingkat internasional.
"Penguatan kewirausahaan ini lebih kepada membangun motivasi dan karakter. Harapannya mereka memiliki keberanian untuk bekerja secara global, tidak hanya berorientasi pada dunia kerja di dalam negeri," katanya.
Usai kegiatan tersebut, para peserta masih akan menjalani tahapan lanjutan berupa pembelajaran bahasa Jepang secara intensif. Proses itu menjadi bagian penting sebelum mengikuti seleksi maupun memenuhi persyaratan bekerja di negara tujuan.
Syaiful mengungkapkan, sebelum adanya program bantuan pemerintah, SMK Pelayaran Tayu telah memiliki alumni yang berhasil bekerja di Jepang secara mandiri. Salah satunya adalah Kusdiarto yang memperoleh kesempatan bekerja tanpa melalui skema program pemerintah.
"Pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar semakin banyak lulusan yang mampu mengikuti jejak serupa," katanya.
Menurutnya, keberhasilan alumni menjadi bukti bahwa lulusan sekolah vokasi di daerah juga memiliki peluang besar menembus pasar kerja internasional apabila dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Saat ini SMK Pelayaran Tayu memiliki sekitar 50 peserta didik aktif setelah kelulusan tahun ajaran terakhir. Dalam membentuk karakter siswa, sekolah menerapkan sistem semi-ketarunaan yang menjadi ciri khas pendidikan di SMK Pelayaran Tayu.
"Pembinaan karakter tersebut didukung oleh personel TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat yang memberikan pelatihan kedisiplinan, kepemimpinan, serta tanggung jawab kepada para taruna," bebernya.
Pihaknya berharap program penguatan kewirausahaan dapat meningkatkan semangat peserta didik untuk meraih peluang kerja di luar negeri.
Ia juga menegaskan, SMK Pelayaran Tayu berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global dengan kompetensi, disiplin, dan karakter yang kuat.



