• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Gudang Spare Part Motor di Kudus Terbakar Kerugian Ditaksir Rp1,5 Miliar

    Any Firgiyanti
    7/27/26, 15:33 WIB Last Updated 2026-07-27T08:33:18Z





    KUDUS, liputankudus.id – Sebuah gudang penyimpanan spare part sepeda motor di Desa Jepang Pakis RT 04 RW 02, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, terbakar pada Senin (27/7/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp1,5 miliar.


    Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.50 WIB di gudang milik Muchamad Nasrun (36). Saat kejadian, korban bersama sekitar 13 karyawan sedang melakukan aktivitas pengemasan (packing) spare part kendaraan roda dua.


    Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diduga bermula saat salah seorang karyawan menyalakan blower atau alat penyedot asap di dalam gudang. Ketika stop kontak dihubungkan ke sumber listrik, muncul percikan api yang kemudian menyambar material mudah terbakar di sekitar blower. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak kepolisian.


    Mengetahui adanya kebakaran, para karyawan sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api dengan cepat membesar karena di dalam gudang tersimpan ribuan spare part sepeda motor dan berbagai material yang mudah terbakar.


    Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 09.55 WIB. Tim Damkar Satpol PP Kudus langsung bergerak menuju lokasi satu menit kemudian atau pukul 09.56 WIB, dan tiba di lokasi pada pukul 10.04 WIB dengan response time selama 8 menit.


    Selain mengerahkan personel ke lokasi, Polres Kudus juga menurunkan Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu menyuplai air selama proses pemadaman. Petugas kepolisian turut melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar proses pemadaman berjalan lancar.


    Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 12.40 WIB setelah petugas dari Damkar Satpol PP Kudus, BPBD Kabupaten Kudus, Damkar PT Nojorono, Damkar PT Pura, personel Polres Kudus, TNI, serta warga berjibaku memadamkan kobaran api.


    Dalam operasi pemadaman tersebut, Damkar Satpol PP Kudus menerjunkan 7 personel dengan 2 armada, BPBD Kabupaten Kudus 7 personel dengan 2 armada, Damkar PT Nojorono 4 personel dengan 1 armada, Damkar PT Pura 2 personel dengan 1 armada, serta 1 unit Armoured Water Cannon (AWC) Polres Kudus dengan 3 personel, dibantu personel TNI dan masyarakat setempat.


    Akibat kebakaran tersebut, sekitar 10.000 unit berbagai jenis spare part sepeda motor, satu unit blower, satu unit kompresor, serta bangunan gudang berukuran 20 x 20 meter hangus terbakar. Meski demikian, beberapa spare part masih berhasil diselamatkan dari kobaran api. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.


    Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jati AKP Hadi Noor Cahyo mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.



    "Dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik saat blower dinyalakan. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya," kata AKP Hadi.


    Ia menjelaskan, selain melakukan penyelidikan, kepolisian juga menerjunkan personel dan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu proses pemadaman bersama instansi terkait.


    "Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses pemadaman. Kendaraan AWC kami kerahkan agar suplai air dapat membantu mempercepat pengendalian api sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan di sekitarnya," ujarnya.


    AKP Hadi mengimbau para pemilik usaha maupun masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang dalam jumlah besar.


    "Pastikan instalasi listrik sesuai standar, lakukan pengecekan secara berkala, dan siapkan alat pemadam api ringan sebagai langkah antisipasi. Pencegahan jauh lebih penting untuk menghindari kerugian yang lebih besar," katanya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler