Liputankudus.id. KUDUS - SMP 2 Kudus menggelar penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi para siswa baru resmi ditutup. Kegiaatan ini dimeriahkan dengan display ekstrakurikuker siswa.
Kepala sekolah SMP 2 Kudus In Setyorini, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa, kegiatan pada hari kelima atau terakhir MPLS adalah upacara penutupan. Kemudian dilanjut display ekstrakurikuler (demo ekskul).
Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai macam pilihan kegiatan di luar jam pelajaran kepada siswa. Dimana siswa dapat melihat langsung, bertanya, dan mendaftar kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka.
"Upacara pagi hari ini menandai penutupan MPLS. Kemudian dilanjut dengan kegiatan display ekstrakurikuler. Bertujuan untuk menjadi wadah bagi peserta didik untuk menampilkan bakat dan potensi yang dimiliki, sekaligus memperkenalkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di SMP 2 Kudus," ujar In Setyorini pada Jum'at pagi, 17 Juli 2026.
Ia berharap melalui kegiatan ini, peserta didik baru semakin termotivasi untuk bergabung dengan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi masing-masing.
Penampilan diawali dengan unjuk bakat dari perwakilan siswa kelas VIII dan IX. Berbagai pertunjukan yang ditampilkan, seperti karawitan, basket, tari, menari, pramuka hingga penampilan kreatif lainnya, berhasil memukau dan menghibur seluruh siswa.
"Masing-masing ekstrakurikuler menampilkan atraksi dan demonstrasi yang menarik sebagai bentuk pengenalan kepada peserta didik baru. Melalui penampilan tersebut, siswa dapat mengenal lebih dekat ragam kegiatan yang dapat menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik," jelasnya.
Suasana kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat, dan mendapat sambutan positif dari seluruh warga sekolah. Diharapkan, kegiatan Display Ekstrakurikuler ini mampu menumbuhkan minat peserta didik untuk aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sehingga dapat mengembangkan karakter, prestasi, dan keterampilan sesuai dengan potensi yang dimiliki.
"Dengan berakhirnya kegiatan Display Ekstrakurikuler, rangkaian MPLS SMP 2 Kudus resmi ditutup. Semoga seluruh peserta didik baru dapat memulai perjalanan belajar di SMP 2 Kudus dengan semangat, percaya diri, dan siap meraih berbagai prestasi," harapnya.
Iin panggilan akrab In Setyorini, menambahkan, bahwa seluruh rangkaian MPLS Ramah dirancang agar siswa baru merasa aman, nyaman, dan memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sejak hari pertama berada di lingkungan sekolah.
"Sesuai panduan Kemendikbud tentang MPLS Ramah, fokus kegiatan adalah membangun karakter dan akhlak siswa melalui berbagai pembiasaan baik. Alhamdulillah anak-anak mengikuti kegiatan dengan senang dan penuh semangat," imbuhnya.
Sekolah juga menerapkan tujuh kebiasaan baik sebagai bagian dari pendidikan karakter. Berbagai aktivitas disusun untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengenali dan mengembangkan potensi serta bakat yang dimiliki.
Menurutnya, konsep MPLS Ramah di SMP 2 Kudus berpedoman pada tiga prinsip utama, yaitu aman, nyaman, dan bermakna.
“Aman berarti siswa merasa terlindungi selama berada di sekolah. Nyaman artinya mereka merasa senang untuk belajar. Sedangkan bermakna adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif mengeksplorasi kemampuan dan bakat yang dimiliki,” bebernya.
Selain penguatan karakter, pihak sekolah juga memberikan perhatian serius terhadap pencegahan bullying. Sejak awal MPLS, siswa terus diberikan pemahaman bahwa segala bentuk perundungan tidak dapat dibenarkan.
Guru dan pengurus OSIS secara aktif membimbing peserta didik baru agar saling menghormati dan menciptakan lingkungan sekolah yang ramah serta bebas dari bullying.
MPLS di SMP 2 Kudus berlangsung selama lima hari. Dalam pelaksanaan hari kedua MPLS (14/7/2026) pihak sekolah juga menghadirkan. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus untuk memberikan edukasi mengenai tanda bahasa kebakaran dan pencegahannya.
“Alhamdulillah hingga saat ini pelaksanaan MPLS berjalan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada laporan bullying maupun kendala berarti,” ujarnya.
Sebagai bentuk pembiasaan disiplin dan budaya positif, setiap pagi guru bersama pengurus OSIS melaksanakan Gerakan Disiplin Siswa (GDS) dengan menyambut peserta didik baru melalui budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).
Melalui program tersebut, SMP 2 Kudus, berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, memiliki karakter yang kuat, serta tumbuh menjadi siswa yang berprestasi, berakhlak mulia, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta menyenangkan,” Pungkasnya.
Sementar itu, Anissya Nugraheni Raga Sasmita dan Therecia Irana Papilia yang ikut ektra kurikuler basket mengatakan, senang bisa ikut begabung di ekstra kurikuler atau club Twee Basket Ball.
"Semoga setelah kami performance basket kepada adik kelas, nanti mereka tertarik dan ikut jejak kami. Kami senang bisa ikut ekstra kurikuler basket. Kemarin tahun 2025 dapat juara 2 Basket SMP Putri Piala Dandim Cup 2025 dan juara 1 Second Division Basket SMP putra Piala Dandim Cup 2025," katanya.
Diantara ratusan peserta MPLS Cahaya Ayunda Putri Nayla Sa'ida Asal Desa Bae dan Christabella Jocelyne Eka Setiawan asal Desa Dersalam mengungkapkan, dalam mengikuti kegiatan MPLS selama 5 hari materinya yang disampaikan itu asyik, menarik, dalam suasana yang menyenangkan.
"Kami juga senang sekaligus bangga bisa bersekolah di SMP 2 Kudus, karena ini merupakan cita-cita kami bisa masuk sekolah disini. Disamping itu juga suasana lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan," ungkapnya.
Lebih lanjut Cahaya menambahkan, setelah melihat penampilan ekstrakurikuler basket dirinya langsung mendaftar untuk ikut ekstrakurikuler basket.



