• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Tindak Lanjut Aksi Warga, Mediasi Kandang Ayam di Jekulo Hasilkan Tiga Kesepakatan

    LIPUTAN KUDUS 2
    4/01/26, 16:38 WIB Last Updated 2026-04-01T09:39:13Z

    Liputankudus.id. KUDUS – Menindaklanjuti aksi protes puluhan warga Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo, yang sebelumnya mendatangi rumah kepala desa dengan membawa perangkap berisi lalat, akhirnya dilakukan mediasi antara warga dan pihak pengelola kandang ayam.



    Pertemuan tersebut digelar dengan menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya Kapolsek Jekulo AKP Danail Arifin, S.H., M.H., Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Krisbiantoro, Kasi Trantibum Kecamatan Jekulo Drs. Adi Sumarno, Kepala Desa Bulungcangkring Sulakim, Ketua BPD Ngadimin, S.H., perwakilan warga RW 9, ketua RW dan RT, serta warga Dukuh Kalidoro Kidul, Desa Cangkring.


    Dalam forum tersebut, disepakati tiga poin penting sebagai upaya penyelesaian permasalahan lalat yang selama ini dikeluhkan warga. Pertama, pihak kandang menyatakan kesiapan untuk melakukan pembersihan serta penanganan intensif guna mengurangi populasi lalat. Kedua, disepakati adanya program bina lingkungan dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam aktivitas usaha kandang. Ketiga, pihak kandang bersedia memberikan kompensasi kepada lingkungan melalui RT setiap masa panen, dengan mekanisme teknis yang masih dalam pembahasan paguyuban kandang.


    Kapolsek Jekulo, AKP Danail Arifin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa mediasi ini merupakan langkah positif dalam merespons aspirasi warga sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.


    “Kami mengapresiasi semua pihak yang telah mengedepankan musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan ini. Harapannya, kesepakatan yang telah dicapai bisa dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.


    Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara warga, pemerintah desa, dan pihak pengelola kandang agar setiap kendala yang muncul dapat segera diatasi tanpa menimbulkan konflik.


    Perwakilan warga menyambut baik hasil mediasi tersebut. Mereka berharap seluruh poin kesepakatan benar-benar direalisasikan, khususnya terkait penanganan lalat yang selama ini dinilai sangat meresahkan dan mengganggu kesehatan serta kenyamanan lingkungan.



    Sebelumnya, warga mengeluhkan ledakan populasi lalat yang terjadi setiap masa panen ayam. Kondisi tersebut mendorong warga melakukan aksi protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penanganan.


    Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan permasalahan yang telah berlangsung cukup lama dapat segera teratasi dan hubungan antara warga dengan pihak pengelola kandang kembali harmonis.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler