• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Cerita di Balik SERAH 4 : Tubuh yang Bergerak, Kota yang Terus Berinovasi

    LIPUTAN KUDUS 2
    4/21/26, 15:37 WIB Last Updated 2026-04-21T08:37:54Z



    Liputankudus.id. Kudus, 21 April 2026 — Ruang latihan seni di Kudus tidak pernah benar-benar sepi. Remaja-remaja berdiri menghadap cermin, mengulang gerak yang diajarkan orang-orang seni sebelum mereka, sambil sesekali matanya melirik notifikasi di layar gawai yang diletakkan di sudut ruangan. Di situlah sebuah cerita tentang pertemuan dua dunia dimulai.Kudus sedang menjalani babak baru. Generasi mudanya tidak lagi tumbuh dalam satu ekosistem budaya yang tunggal. 


    Mereka menyerap gerak dari leluhur sekaligus ritme dari media sosial membawa dua ingatan yang berbeda dalam satu tubuh yang sama.Dari kegelisahan itulah SERAH 4 lahir. Pada 25 April 2026, pukul 19.00 WIB, Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) akan menjadi panggung bagi pertemuan besar itu antara tradisi yang mengendap dan modernitas yang terus mengalir. Tari kreasi inovasi menjadi bahasa yang dipilih untuk menceritakan peralihan zaman.


    Saat saya menemui Dian Puspita Sari, Ketua Dewan Kesenian Kudus, beliau bercerita bagaimana cara generasi muda berinteraksi dengan seni kini telah berubah jauh.


    "Arah modern membawa konsekuensi pada cara generasi muda berinteraksi dengan karya, baik dari segi durasi perhatian, preferensi visual, maupun cara distribusi. Situasi ini menuntut penguatan konteks dalam proses penciptaan," ungkapnya.Bagi Dian, tradisi bukan sesuatu yang harus dikunci dalam lemari kaca. Ia adalah sumber pengetahuan yang terus bekerja, sementara inovasi menjadi mekanisme keberlanjutannya. Dalam pandangannya, tubuh penari muda menyimpan dua hal sekaligus."Melalui SERAH 4, tubuh penari hadir sebagai titik temu antara arsip dan eksperimen. 


    Ia menyimpan ingatan gerak, sekaligus membuka kemungkinan pembacaan baru. Modernitas menghadirkan tekanan sekaligus peluang percepatan perubahan di satu sisi, serta perluasan ruang distribusi dan visibilitas karya di sisi lain," tambahnya.Di atas panggung nanti, nama-nama seperti Nazala Layinatus Sifa, Muhammad Fa'iz Santana, Naisya Zaidatul Aziza, Fani Rahma Pratiwi, Fika Esriliana, Riska Rahma Alya, dan Mandala Sandi Yudha akan hadir membawa karya. Mereka bukan sekadar penari. 


    Mereka adalah narasi hidup tentang bagaimana generasi muda Kudus memproses perubahan melalui tubuh mereka sendiri.SERAH 4 juga dirancang sebagai ruang yang terbuka bagi komunitas dan pelaku seni baru yang sedang tumbuh bukan hanya panggung bagi yang sudah mapan. Dian menyebut kemunculan komunitas baru sebagai indikator penting dari keberlanjutan ekosistem seni Kudus."SERAH 4 menjadi salah satu upaya untuk memfasilitasi pertemuan itu, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya pelaku dan komunitas baru yang akan mengisi lanskap seni di masa mendatang," tutupnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler