Liputankudus.id. Kudus — Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Tengah II dari Komisi VII, Andhika Satya Wasistho Pangarso, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus. Bantuan tersebut diserahkan dalam rangka meringankan beban masyarakat yang hingga kini masih menghadapi dampak bencana banjir tahunan.
Pada kunjungannya ke Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Andhika menyerahkan sebanyak 300 paket sembako kepada warga terdampak. Bantuan tersebut merupakan bagian dari total seribu paket sembako yang disalurkan di wilayah Kudus, khususnya di Kecamatan Mejobo dan Kecamatan Jati. Setiap paket sembako bernilai Rp70 ribu dan berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, serta mi instan.
“Hari ini saya berada langsung di tengah masyarakat untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan. Ini bentuk kepedulian dan gotong royong kita bersama,” ujar Andhika saat ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut juga didukung oleh program BRI Peduli. Andhika mengapresiasi sinergi antara lembaga perbankan, pemerintah daerah, serta pemerintah pusat dalam upaya penanganan dampak banjir di Kudus. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar masyarakat dapat segera bangkit dari musibah.
Selain menyalurkan bantuan logistik, Andhika juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong bantuan jangka panjang berupa pembangunan infrastruktur. Ia menilai, persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kudus tidak bisa hanya diselesaikan dengan bantuan darurat.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus, termasuk menerima usulan dari Bupati agar pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan dukungan infrastruktur. Ini penting agar banjir bisa diminimalisir di tahun-tahun mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Kusrini, warga Desa Jetis Kapuan RT 2 RW 5, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi pada Minggu malam, 12 Januari lalu, merupakan banjir terparah dalam beberapa waktu terakhir. Air bahkan sempat masuk ke halaman dan sebagian rumah warga.
“Banjir di sini sudah langganan, tapi kali ini lebih parah. Setelah banjir, kami belum dapat bantuan apa-apa. Akses jalan putus, mau cari sembako susah,” keluhnya.
Kusrini yang sehari-hari berjualan lentog di Loram Wetan mengaku harus menghemat konsumsi keluarga. Dalam sehari, ia dan keluarganya terkadang hanya bisa makan satu kali akibat sulitnya akses dan kondisi ekonomi pascabanjir.
Warga berharap pemerintah memberikan perhatian serius, tidak hanya bantuan sementara, tetapi juga solusi nyata agar banjir tidak terus berulang dan mengganggu kehidupan masyarakat.
