KUDUS. liputankudus.id – Kebakaran melanda lima lokasi lahan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, secara hampir bersamaan pada Sabtu (26/9/2026). Petugas gabungan harus berpacu dengan waktu untuk mencegah kobaran api meluas ke permukiman maupun lahan produktif warga.
Berdasarkan laporan TRC BPBD Kudus, kebakaran pertama ditangani sekitar pukul 10.20 WIB di lahan tebu seluas sekitar satu hektare di blok sawah Desa Lau, Kecamatan Dawe. Lahan tersebut merupakan bengkok desa. Api berhasil dipadamkan pada pukul 12.00 WIB.
Selang sekitar 10 menit kemudian, petugas menangani kebakaran di Desa Piji, Kecamatan Dawe. Kobaran api membakar lahan tebu sekitar satu hektare dan gudang gula milik H. Zamroni, warga Dukuh Kepel, Desa Piji. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.40 WIB.
Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo. Lahan tebu seluas kurang lebih satu hektare milik Rustam, Rokhim, dan Hj. Wasiah terbakar. Petugas berhasil mengendalikan api hingga dinyatakan padam sekitar pukul 13.00 WIB.
Kebakaran berikutnya terjadi di Desa Winong, Kecamatan Kaliwungu, sekitar pukul 10.40 WIB. Kali ini api membakar lahan semak belukar dengan luas kurang lebih 30 meter x 20 meter. Kobaran api berhasil dipadamkan pada pukul 11.20 WIB.
Sementara itu, titik kebakaran kelima terjadi di blok sawah Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, sekitar pukul 12.37 WIB. Lahan tebu milik bengkok desa dengan luas sekitar dua hektare terbakar. Api berhasil dipadamkan pada pukul 14.30 WIB.
TRC BPBD Kudus menyebut tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut. Tidak terdapat kendaraan maupun bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan, meski kerugian material dari keseluruhan kejadian diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.
Penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkontrol. Kondisi angin dan keberadaan lahan kering turut berpotensi membuat api cepat menjalar, terutama karena beberapa lokasi kebakaran berada berdekatan dengan rumah warga dan lahan produktif lainnya.
Penanganan menjadi lebih menantang karena kebakaran terjadi di beberapa lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan. Selain luasnya area yang terbakar, petugas juga menghadapi keterbatasan armada dan personel.
Dalam penanganan tersebut, tim gabungan melibatkan TRC BPBD Kudus, Satgas BPBD Kudus, Damkar Satpol PP Kudus, TNI-Polri, Destana, serta masyarakat.
Sebanyak empat armada pemadam kebakaran dikerahkan, terdiri dari dua armada Damkar BPBD Kudus dan dua armada Damkar Satpol PP Kudus, lengkap dengan perlengkapan pendukung lainnya.
BPBD Kudus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi lahan yang kering. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar dan mengancam lahan produktif serta permukiman warga.


