Kudus. liputankudus.id. - Musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Kudus, mulai menjadi perhatian masyarakat. Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan di sejumlah kawasan mendorong berbagai ikhtiar dilakukan.
Bersama Forkopimda Kudus dan masyarakat, Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo mengikuti pelaksanaan Shalat Istisqa atau shalat meminta turunnya hujan yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (4/9/2026) siang tadi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, organisasi masyarakat hingga masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan dzikir yang dipimpin H. Zainal Fahmi, dilanjutkan penyampaian tata cara Shalat Istisqa.
Dalam khotbahnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus H. Shony Wardana mengajak seluruh jamaah menjadikan kondisi kemarau sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, perubahan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat diajak untuk menjaga keseimbangan alam dengan tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan, memperkuat penghijauan, serta meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah.
Usai kegiatan, Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan kehadiran jajaran Polres Kudus dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya bersama Pemerintah Kabupaten Kudus dan masyarakat dalam memanjatkan doa agar diturunkan hujan.
“Shalat Istisqa ini menjadi momentum bagi kita semua untuk bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan dan keberkahan bagi masyarakat. Di sisi lain, kita juga harus melakukan introspeksi serta meningkatkan kepedulian untuk menjaga lingkungan,” ujar AKBP Wahyu Sulistyo.
Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi perubahan cuaca dan dampak musim kemarau.
“Ikhtiar lahir dan batin harus berjalan bersama. Kita berdoa memohon turunnya hujan, namun juga harus berkomitmen menjaga alam, menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak keseimbangan alam,” pungkasnya.
Sementara itu, Ahmad Wijanarko salah satu warga yang mengikuti Shalat Istisqa mengaku bersyukur dapat turut serta dalam doa bersama tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual masyarakat di tengah kondisi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus.
“Kami berharap melalui Shalat Istisqa ini, segera turun hujan yang membawa keberkahan. Semoga hujan yang turun nanti bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para petani dan warga yang mulai merasakan dampak musim kemarau,” ujarnya.



