![]() |
| Seminar tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai peran mereka dalam mencegah radikalisme dan terorisme. (Foto: Dok. Kominfo) |
KUDUS, liputankudus.id — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak pelajar dan mahasiswa menjadi bagian dari upaya mencegah radikalisme dengan memperkuat pemahaman ideologi Pancasila, menjaga toleransi, serta bijak menggunakan media sosial. Pesan itu disampaikan saat membuka Seminar Kebangsaan bertema “Pelajar Sebagai Garda Terdepan Ideologi, Mengoptimalisasikan Deteksi Dini dan Antisipasi Gangguan Radikalisme untuk Menjaga Keutuhan NKRI” di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (16/9/2026).
“Selamat mengikuti kegiatan ini, tolong disimak, dicermati. Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang ideologi kebangsaan,” ujar Sam’ani.
Menurut Sam’ani, perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi muda. Karena itu, pelajar perlu memiliki sikap bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun narasi yang dapat memecah persatuan.
“Di era digital, perkembangan sangat luar biasa. Saya berpesan kepada semua, tetap bijak menggunakan medsos, tetap santun. Karena kalian adalah calon pemimpin di masa depan,” tambahnya.
Ia menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga persatuan bangsa. Pemahaman terhadap Pancasila dan nilai kebangsaan, kata dia, perlu terus diperkuat agar pelajar mampu menyikapi perbedaan secara dewasa dan tidak mudah terprovokasi.
Perhatian terhadap generasi muda dalam upaya pencegahan radikalisme juga menjadi bagian dari kebijakan nasional. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) 2024 mencatat indeks potensi radikalisme nasional sebesar 11,6 pada skala 100. Survei tersebut melibatkan 14.500 responden berusia 17 hingga 59 tahun di 34 provinsi dan 208 kabupaten/kota.
BNPT juga menekankan pentingnya penguatan toleransi dan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya membangun daya tangkal generasi muda terhadap paham ekstremisme berbasis kekerasan.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kudus Andreas Wahyu Adi Setiawan mengatakan seminar tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda mengenai peran mereka dalam mencegah radikalisme dan terorisme.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan peran penting pelajar, pemuda-pemudi, dan mahasiswa dalam mencegah radikalisme serta terorisme,” ujar Andreas.
Seminar tersebut diikuti 80 peserta yang berasal dari berbagai unsur organisasi kepemudaan dan mahasiswa. Peserta terdiri atas Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI), Paskibraka, serta ketua dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Kudus.
“Peserta kegiatan sebanyak 80 orang, berasal dari Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI), Paskibraka, Ketua dan Wakil Ketua BEM se-Kabupaten Kudus,” jelasnya.
Andreas berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Pelajar dan mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga toleransi, menghargai perbedaan, serta menggunakan media sosial secara bijak.
Melalui seminar tersebut, Pemkab Kudus mendorong generasi muda untuk memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat sekaligus kemampuan mendeteksi dan menyikapi berbagai potensi ancaman terhadap persatuan secara tepat. Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan dapat berperan aktif menjaga kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.



