KUDUS. liputankudus.id. - Pemerintah Desa (Pemdes) Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, menggelar atraksi wisata berupa Kirab Budaya dan promosi potensi Desa Wisata, pada Minggu pagi 23 Agustus 2026.
Kirab budaya yang meliputi route Start dari Lapangan Bustanul Cholisin, Gg Jenggolo I, Pertigaan Gacoan, perempatan Mojopahit, perempatan Menara, Gg Manis, pertigaan Masjid Al-Mu'amnar, dan Finish Lapangan Bustanul Cholisin.
Kepala Desa (Kades) Janggalan Noor Aziz menerangkan, bahwa kirab budaya ini digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI yang ke-81.
"Kirab budaya tahun ini tidak seperti pada tahun sebelumnya. Karena adanya efesiensi anggaran," ujar Noor Aziz pada Minggu (23/8/2026).
Noor Aziz juga menjelaskan, kirab budaya pada hari ini berlangsung sederhana, namun meriah. Ribuan peserta yang terbagi dari puluhan kontingen dengan berbagai atraksi dan penampilan seni dan budaya nasional yang ditampikan.
"Peserta kirab budaya tahun ini sebanyak 1.250, terdiri dari 28 kontingen yang berasal dari RT, RW, lembaga pendidikan dan Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Desa Janggalan," jelasnya.
Ia berharap kirab budaya ini juga bisa membantu pemberdayaan ekonomi warga melalui promosi potensi UMKM yang disediakan.
Pihaknya berharap tradisi yang digelar ini bisa menjadi sarana untuk nguri-nguri budaya lokal maupun nasional sekaligus mempromosikan potensi wisata desa.
"Ini adalah upaya nguri-nguri budaya atau melestarikan warisan leluhur agar tetap hidup dan dijebak oleh generasi berikutnya. Sekaligus mengormati pahlawan bangsa untuk merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ungkapnya.
Kegiatan Kirab Budaya telah memasuki tahun ke-empat penyelenggaraan. Menurut dia, kegiatan ini menjadi ruang bagi warga, lembaga pendidikan, dan Ponpes yang ada di Desa Janggalan bebas berekspresi sekaligus mempererat kebersamaan.
"Kirab budaya ini menjadi progam tahunan Pemerintah Desa Janggalan sejak tahun 2023 hingga 2026. Setiap RT, RW, lembaga pendidikan, dan Ponpes diberi kesempatan menampilkan kreasi masing-masing dengan mengangkat kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia," bebernya.
Sejak acara dimulai, suasana berubah menjadi semarak. Warga dari berbagai kontingen dan kelompok usia dini hingga dewasa tampil dengan berbagai kostum dan atraksi. Mulai dari penampilan tari tradisional maupun modern, barongan hingga kostum unik dan menarik ditampikan warga untuk mengundang perhatian.
"Kreativitas tersebut menunjukkan kemeriahan perayaan HUT Kemerdekaan, sekaligus menggambarkan kuatnya semangat kebersamaan, semangat gotong royong ditengah masyarakat," ungkapnya.
Dalam kegiatan kirab budaya ini ada penilaian bukan hanya soal menang atau kalah. Yang kami apresiasi adalah kreativitas, kebersamaan dan bagaimana penampilan mereka.
"Untuk menambah semarak suasana, panitia juga menyiapkan puluhan Doorprize yang apik dan menarik sebagai daya tarik tersendiri bagi warga yang mengikuti rangkaian kegiatan," ungkapnya.
Perlu kami sampaikan, bahwa, tahun ini yang menjadi juara umum adalah Juara 1 dari Ponpes Daar Al-Furqon Putri, kemudian untuk peraih juara 2 dari MI NU Banat Kudus, dan Juara 3 dadi Ponpes Nurul Qur'an Putri.
Sedangkan untuk juara RW 01 adalah; RT 06 RW 01, juara 2 dari RT 01 RW 01, dan juara 3 diraih RT 04 RW 01.
Juara RW 02 untuk juara 1 diraih RT 01 RW 02, juara 2 diraih RT 03 RW 02, dan juara yang ke 3 diraih dari RT 05 RW 02.
Sedangkan untuk kategori juara yang paling heboh atau terheboh dimenangkan oleh Kontingen Barongan dimenangkan RT 03 RW 01.




