• Jelajahi

    Copyright © LIPUTAN KUDUS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Setelah Dua Hari Diretas, Akun Instagram Polres Kudus Berhasil Dipulihkan

    LIPUTAN KUDUS 2
    6/06/26, 10:03 WIB Last Updated 2026-06-06T03:04:04Z



    Liputankudus.id. KUDUS – Setelah sempat berada di bawah kendali peretas selama hampir dua hari, akun Instagram resmi Polres Kudus akhirnya berhasil dipulihkan dan kembali dikelola oleh administrator resmi. Kepastian tersebut diumumkan melalui unggahan terbaru di akun @polreskudus pada Sabtu (7/6/2026).


    Dalam unggahan bertajuk Breaking News, Polres Kudus menyampaikan bahwa akun yang sebelumnya diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab kini telah kembali normal dan siap digunakan untuk melayani masyarakat.


    "Akun Instagram @polreskudus yang sempat diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, saat ini telah berhasil dipulihkan kembali. Terima kasih atas dukungan dan kesabarannya," tulis Polres Kudus dalam unggahan tersebut.


    Polres Kudus juga memastikan seluruh layanan informasi, pengaduan, dan komunikasi publik melalui media sosial kembali berjalan seperti biasa.


    "Kami kembali aktif dan siap melayani aduan dan laporan masyarakat," lanjut keterangan dalam unggahan itu.


    Sebelumnya, akun Instagram Polres Kudus yang memiliki lebih dari 100 ribu pengikut diduga diretas sejak Kamis (5/6/2026) pagi. Peretas memanfaatkan akun resmi tersebut untuk mengunggah sejumlah konten promosi penjualan iPhone dan emas Antam yang tidak berkaitan dengan aktivitas kepolisian.


    Berdasarkan pantauan saat akun masih dikuasai peretas, sejumlah unggahan menawarkan berbagai produk elektronik dengan harga yang jauh di bawah pasaran. Salah satunya iPhone 17 Pro Max kapasitas 1 TB yang ditawarkan hanya sekitar Rp10 juta. Selain itu, muncul pula promosi penjualan emas Antam dengan narasi yang dirancang untuk menarik perhatian calon pembeli.


    Untuk meyakinkan korban, pelaku menggunakan berbagai kalimat promosi seperti "siapa cepat dia dapat", "stok terbatas", hingga klaim bahwa sebagian hasil penjualan akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan bagi Palestina. Warganet kemudian diarahkan menghubungi tautan yang dicantumkan dalam bio akun.


    Selama proses pemulihan berlangsung, Polres Kudus berulang kali mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai seluruh unggahan tersebut dan tidak melakukan transaksi apa pun melalui akun yang saat itu masih berada dalam kendali peretas.


    Keberhasilan pemulihan akun ini sekaligus menjawab kekhawatiran yang sebelumnya disampaikan Kepala Program Studi Teknik Informatika Universitas Muria Kudus (UMK), Dr. Ahmad Abdul Chamid, S.Kom., M.Kom. Menurutnya, kasus tersebut menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya pengamanan akun media sosial, termasuk milik institusi pemerintah.


    Saat akun masih belum berhasil direbut kembali pada hari kedua peretasan, Chamid menilai perlu dilakukan penelusuran menyeluruh untuk mengetahui celah yang dimanfaatkan pelaku.


    "Perlu ditelusuri mendalam penyebabnya, apalagi institusi kepolisian memiliki sumber daya yang seharusnya mampu dengan mudah mengetahui bagaimana akun itu bisa dikuasai pihak lain. Sebenarnya sistemnya kuat, namun celah sering kali muncul karena keteledoran pengguna," ujarnya saat dimintai tanggapan, Jumat (6/6/2026).


    Ia menjelaskan, salah satu langkah pengamanan yang sangat penting adalah mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor atau Two-Factor Authentication (2FA). Dengan fitur tersebut, setiap upaya masuk dari perangkat baru harus melalui verifikasi tambahan berupa kode OTP sehingga risiko pengambilalihan akun dapat ditekan.


    Selain itu, Chamid juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap perangkat-perangkat yang terhubung dengan akun media sosial institusi. Menurutnya, akun resmi sering kali diakses bersama oleh beberapa personel melalui berbagai perangkat sehingga daftar perangkat yang memiliki akses harus diperiksa secara berkala.


    Pulihnya akun Instagram Polres Kudus disambut positif oleh para pengikutnya. Banyak warganet mengaku lega karena salah satu kanal informasi resmi kepolisian yang selama ini menjadi rujukan masyarakat kembali dapat diakses secara normal.


    Meski telah berhasil dipulihkan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman keamanan siber dapat menyasar siapa saja, termasuk akun resmi lembaga negara. Dengan besarnya jumlah pengikut dan tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap akun institusi pemerintah, penguatan sistem keamanan digital dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.


    Hingga Sabtu siang, unggahan pemberitahuan pemulihan akun telah terpampang di halaman utama Instagram Polres Kudus dan seluruh aktivitas akun kembali berada di bawah kendali administrator resmi.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler