Liputankudus.id. Demak – Momentum Halal Bihalal yang digelar keluarga besar alumni Pondok Pesantren Rohmaniyyah Menur, Mranggen, Demak, menjadi ajang mempererat ikatan batin antara santri, alumni, dan para kiai. Kegiatan yang tergabung dalam wadah Hasnia (Himpunan Alumni Pesantren Rohmaniyyah) ini tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, namun juga sarana memperkuat nilai kebersamaan dan perjuangan.
Pengasuh Pondok Pesantren Rohmaniyyah Menur, KH Ahmad Said, menegaskan bahwa hubungan antara santri dan kiai bukan sekadar hubungan formal, melainkan ikatan lahir dan batin yang kuat. Menurutnya, keberadaan santri tidak bisa dipisahkan dari sosok kiai sebagai pembimbing, begitu pula sebaliknya.
“Santri dan kiai itu saling melengkapi. Dari hubungan itu lahir ikatan yang kuat hingga membentuk sebuah keluarga besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terbentuknya keluarga besar Hasniah tidak lepas dari perjuangan panjang para pendiri pesantren, khususnya almarhum KH Maskuri Abdurrahman. Perjalanan tersebut penuh dengan pengorbanan, baik dari sisi waktu, tenaga, maupun materi, yang menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan pesantren hingga saat ini.
Menurutnya, menjadi bagian dari keluarga santri bukanlah hal yang instan. Para santri harus melalui proses panjang, mulai dari menimba ilmu selama bertahun-tahun hingga menghadapi berbagai tantangan di lingkungan pesantren. Dari proses itulah terbentuk karakter dan ikatan emosional yang kuat.
“Perjuangan di pondok itu tidak mudah. Butuh kesabaran dan pengorbanan, tapi dari situlah terbentuk keluarga yang solid,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan, Abdullah Yazit, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan Halal Bihalal Hasniah. Ia menilai kegiatan ini mampu mempererat hubungan antaralumni yang tersebar di berbagai daerah, baik di dalam maupun luar Pulau Jawa.
“Ini menjadi momentum untuk menyambung kembali tali silaturahmi. Alumni yang lama tidak bertemu bisa kembali berkumpul dan mengenang masa-masa mondok bersama,” ungkapnya.
Ia juga berharap generasi penerus pesantren yang saat ini diasuh oleh KH Ahmad Syahid dapat terus melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
Senada dengan itu, Ketua Hasnia Romadhon, menuturkan bahwa Halal Bihalal menjadi salah satu program utama dalam menjaga ukhuwah alumni. Selain itu, pihaknya juga terus berupaya mengonsolidasikan alumni dari berbagai daerah agar tetap terhubung dalam satu ikatan.
“Fokus kami adalah menjaga kebersamaan alumni agar tidak terputus. Kami juga mengajak alumni dari berbagai wilayah untuk kembali aktif dalam kegiatan ini,” jelasnya.
Sodiq, salah satu alumni Pondok Pesantren Rohmaniyyah, turut mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali berkumpul dalam kegiatan tersebut. Ia menilai Halal Bihalal Hasniah menjadi momen penting untuk mempererat kembali hubungan yang sempat terpisah oleh jarak dan kesibukan.
“Acara ini sangat berarti bagi kami para alumni. Selain bisa bersilaturahmi, kami juga bisa mengenang perjuangan saat mondok dulu. Ini yang membuat ikatan kami tetap kuat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kekeluargaan yang telah terbangun dapat terus terjaga, tidak hanya di dunia, tetapi juga hingga akhirat. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para kiai pun diharapkan tetap hidup dalam setiap generasi santri.



