Jepara. liputankudus.id. —Sebanyak 12 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muria Kudus (UMK) menghadirkan program *SEMARAK* bagi ibu-ibu Desa Nalumsari, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Minggu (20/9/2026). Tak sekadar mengajak warga berolahraga, program ini memadukan senam dan aktivitas fisik, edukasi diabetes, pemeriksaan gula darah gratis, pengenalan daun insulin dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), hingga pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Mengusung tema *“Sehat dengan Daun Insulin, Maksimalkan Aktivitas Fisik, Relaksasikan Diri dengan Aroma Terapi”*, SEMARAK dirancang sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan kesehatan, aktivitas fisik, pemanfaatan tanaman herbal, dan kepedulian terhadap lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan.
Program tersebut merupakan bagian dari *Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG UMK* dan sejalan dengan *Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera*.
Diawali Senam dan Aktivitas Fisik
Rangkaian kegiatan dimulai dengan senam bersama yang dilanjutkan dengan aktivitas angkat beban. Ibu-ibu peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.
Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, aktivitas tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk berkumpul dan melakukan kegiatan positif di tengah rutinitas sehari-hari.
“Badan terasa bugar, fresh, dan bahagia bisa kumpul berolahraga bersama. Kalau beraktivitas di rumah kadang lupa kesehatan, padahal kesehatan itu mahal,” ujar Wiwik, salah satu peserta.
Edukasi Diabetes hingga Pemeriksaan Gula Darah Gratis
Setelah aktivitas fisik, peserta mendapatkan edukasi mengenai diabetes yang disampaikan oleh *Yovi, perawat sekaligus pemateri dari RSI Kudus*.
Materi mencakup pengenalan diabetes, pentingnya mengontrol gula darah, gaya hidup sehat, serta penanganan luka pada penderita diabetes.
Yovi menilai edukasi mengenai gaya hidup dan diabetes penting diberikan kepada masyarakat, terutama ibu-ibu yang telah memasuki usia 40 tahun ke atas.
> “Edukasi gaya hidup dan diabetes sangat bermanfaat bagi warga, terutama ibu-ibu yang sudah memasuki usia 40 tahun ke atas. Karena minimnya pengetahuan warga tentang penyakit diabetes,” ujar Yovi.
Selain mendapatkan edukasi, peserta memperoleh kesempatan melakukan *pemeriksaan gula darah secara gratis*. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari kegiatan untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan dan melakukan pemantauan secara berkala.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari *Klinik ALM. KANGGO*, yang merupakan klinik khusus perawatan luka diabetes. Perwakilan klinik turut memberikan dukungan dalam edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memperhatikan kondisi luka, khususnya bagi penderita diabetes.
Herbalife Berikan Edukasi Pola Hidup Sehat
Sesi edukasi juga menghadirkan *Beni selaku pemateri dari produk Herbalife*. Ia memberikan penguatan mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat, menjaga berat badan, serta membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan tubuh.
Menurut Beni, perpaduan antara edukasi kesehatan dan pemeriksaan gula darah menjadi salah satu hal yang menarik dalam kegiatan SEMARAK.
> “Kegiatannya sangat menarik karena edukasi mengenai gaya hidup sehat ditunjang dengan program cek gula darah secara gratis. Jadi, masyarakat tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga bisa langsung mengetahui kondisi gula darahnya,” ujar Beni.
Kenalkan Daun Insulin dan Tanaman TOGA
Selain edukasi kesehatan, peserta diperkenalkan dengan daun insulin sebagai salah satu tanaman herbal yang dapat dibudidayakan di lingkungan rumah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan tanaman herbal secara bijak. Pemanfaatan tanaman herbal juga tetap perlu diiringi dengan pemeriksaan dan penanganan medis yang sesuai.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman *Tanaman Obat Keluarga (TOGA)*. Peserta diajak memanfaatkan lingkungan sekitar rumah untuk menanam tanaman yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bagian dari kegiatan, peserta memperoleh souvenir berupa tanaman TOGA dan air rebusan daun insulin sebagai sarana pengenalan dan pengalaman langsung terhadap tanaman yang diperkenalkan.
Minyak Jelantah Diolah Menjadi Lilin Aromaterapi
Pesan kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari program SEMARAK. Peserta mengikuti pelatihan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.
Minyak jelantah yang merupakan salah satu limbah rumah tangga diolah melalui kegiatan kreatif hingga menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Peserta mengikuti proses pembuatan secara langsung dan memperoleh lilin aromaterapi sebagai souvenir untuk dibawa pulang.
Kegiatan tersebut sekaligus mengenalkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari pengelolaan limbah sederhana yang ada di rumah.
Sajian Sehat Lengkapi Kegiatan
Pesan mengenai pola hidup sehat juga diterapkan melalui sajian makanan selama kegiatan. Peserta mendapatkan snack berupa kukusan ubi ungu, pisang, kacang tanah, serta minuman jahe.
Pilihan sajian tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan makanan dan minuman sederhana yang dapat mendukung pola konsumsi sehat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian kegiatan, mulai dari olahraga, edukasi kesehatan, pemeriksaan gula darah, penanaman TOGA, hingga praktik pembuatan lilin aromaterapi.
SEMARAK Jadi Ruang Belajar dan Pemberdayaan Masyarakat
Program SEMARAK menjadi salah satu bentuk implementasi Projek Kepemimpinan mahasiswa PPG UMK yang menghadirkan pembelajaran langsung bersama masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak masyarakat terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari.
SEMARAK membawa pesan bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti meluangkan waktu untuk bergerak, mengenali kondisi tubuh, menerapkan pola hidup sehat, memanfaatkan tanaman di sekitar rumah, serta mengelola limbah dengan lebih bijak.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun kebiasaan positif secara bersama-sama.
Tim Pelaksana Program SEMARAK
Program SEMARAK dilaksanakan oleh mahasiswa PPG Universitas Muria Kudus yang terdiri atas *Anggita Resti Pramudita, Andin Prameswari, Fransisca Sabrina Eka Puteri, Ghinna Tri Wahyuni, Muhammad Dwi Harmanto, Nafiatul Amalia, Nailal Muna, Nunik Tri Ayuni Kumalasari, Riki Bayu Setiawan, Sayyidatul Munnah, Siti Mulya Sari, dan Tauffiqul Luthfiyah.*




