KUDUS. liputankudus.id. – Kebakaran melanda lahan tebu seluas kurang lebih satu hektare di wilayah Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu (12/9/2026). Kobaran api yang diduga berasal dari pembakaran sisa klaras tebu tersebut kemudian merambat hingga mengenai bagian rumah warga.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.41 WIB, dengan lokasi berada di Kapling Mlati, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, serta merambat ke lahan tebu di Desa Megawon, Kecamatan Jati.
Pemilik lahan, Abdul Rahman, warga Desa Megawon, Kecamatan Jati, mengalami kerugian akibat lahan tebunya terbakar. Berdasarkan taksiran sementara, kerugian lahan tebu mencapai sekitar Rp14 juta.
Selain lahan tebu, kobaran api juga berdampak pada sebuah rumah warga. Bagian atap rumah tingkat dua mengalami kebakaran ringan. Atap berbahan genting dan rusuk kayu terdampak setelah percikan api diduga mengenai tumpukan bambu (pring) dan triplek yang berada di dak lantai dua.
Kerugian pada bagian rumah tersebut ditaksir sekitar Rp500 ribu. Tidak ada kendaraan yang terbakar maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan pada pukul 10.41 WIB dan langsung bergerak satu menit kemudian, yakni pukul 10.42 WIB. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dan melakukan penanganan untuk mencegah api semakin meluas ke area permukiman.
Api dilaporkan berhasil dikendalikan dan proses pemadaman dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman. Dalam laporan petugas, terdapat catatan waktu api pokok padam pukul 14.00 WIB dan api padam total pukul 13.00 WIB.
Diduga Pembakaran Klaras Tak Terkontrol
Dari hasil penanganan sementara, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sisa klaras tebu yang tidak terkontrol. Api kemudian menjalar ke area lahan tebu dan merambat hingga berimbas pada satu rumah warga.
Situasi di lapangan cukup menantang karena lokasi kebakaran berada di dekat permukiman. Selain itu, terdapat tumpukan material yang mudah terbakar sehingga berpotensi mempercepat penjalaran api.
Penanganan juga dilakukan di tengah adanya kejadian kebakaran lain di wilayah Kabupaten Kudus, yakni kebakaran lahan di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, dan Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo.
Sejumlah unsur dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan memastikan api tidak kembali membesar. Tim yang terlibat antara lain TRC BPBD Kudus, Satgas BPBD Kudus, Damkar Satpol PP Kudus, Damkar PT Noyorono, Destana, Pemerintah Desa Ngembal Kulon, Pemerintah Desa Megawon, relawan, serta masyarakat sekitar.
Armada yang diterjunkan terdiri dari dua armada Damkar BPBD Kudus, satu armada Damkar Satpol PP Kudus, serta 11 armada Damkar PT Noyorono, lengkap dengan perlengkapan pemadaman. Petugas juga menggunakan sepeda motor pribadi untuk mendukung mobilisasi di lapangan.
Petugas yang melaksanakan penanganan di antaranya Hari, Budi, dan Kusnadi dari TRC BPBD Kudus, serta Saiful dari Satgas BPBD Kudus.
Tidak adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut menjadi hal utama yang disyukuri. Petugas bersama warga juga melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya petani, agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sisa tanaman. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan membahayakan lahan maupun permukiman di sekitarnya.



